Menguak Misteri Akupunktur

Akupunktur mempunyai suatu jalur komunikasi khusus yaitu komunikasi gelombang melalui tranduksi sinyal.

Teknik akupunktur telah dikenal dan digunakan sejak 5000 tahun lalu untuk mengatasi berbagai kelainan pada tubuh. Meski memiliki konsep serta sudut pandang yang berbeda dari ilmu kedokteran modern, ternyata teknik ini banyak kesesuaian dengan ilmu pengetahuan abad 20. Bahkan sekarang akupunktur telah memperoleh pengakuan oleh badan kesehatan dunia WHO sebagai terapi alternatif atau komplementer beberapa penyakit.

Menurut Dr. Abdurrachman dari bagian anatomi FK Unair Surabaya, teknik akupunktur sesuai dengan pendekatan ilmu biokuantum. Katanya, akupunktur mempunyai sistem jalur komunikasi yang berbeda dengan jalur komunikasi yang biasa dikenal. Seperti jalur melalui saraf, pembuluh limfe, dan pembuluh darah. Jalur komunikasi akupunktur kondang disebut dengan meridian. Meridian merupakan sebuah jalur transduksi sinyal. Fakta ini menjelaskan bahwa akupunktur memiliki jalur komunikasi yang mikroskopis sub atom, yakni suatu jalur komunikasi gelombang.

Pada tiap sel berlangsung suatu proses yang disebut dengan biolistrik. Proses ini dapat diterangkan dengan teori pompa sodium-potassium. Menurut teori ini, umumnya suatu sel bisa menghasilkan potensial aksi jika dan hanya jika terjadi aliran Na+ dari ruang ektrasel menuju ruang intrasel sedang pada K+ terjadi hal yang sebaliknya.

Sayangnya, proses mikro terjadinya pembukaan matriks membran sel hingga masuaknya aliran Na+ menuju ruang intrasel ini belum bisa diterangkan secara jelas didalam ilmu faal. Kebanyakan hal tersebut diterangkan melalui mekanisme transport aktif secara difusi, yakni adanya perbedaan konsentrasi antara ruang ekstra dan intrasel. Penjelasan tersebut tidak seluruhnya benar. Pasalnya membran itu sendiri juga terpolarisasi karena sisi luar membran lebih positif ketimbang posisi dalam. Jadi terdapat daya penolakan yang diakibatkan Coulomb antar partikel dengan muatan yang sama.

Sebenarnya mikro proses tersebut dapat diterangkan dengan menggunakan teori gelombang. Diantara ruang ekstra dan intrasel terdapat potensial penghalan akibat matriks dua kutub terpolarisasi. Potensial penghalan ini harus diturunkan sampai nilai ambang hingga ion natrium mampu mengalir masuk keruang intrasel. Untuk itu, kutub dipole harus dirubah terlebih dahulu.

Kutub dipole bisa diubah polarisasinya jika dan hanya jika ada energi kuantum yang datang dari sel-sel sekeliling atau dari arah dalam sel itu sendiri. Energi dari dalam ini bisa merupakan hasil metabolisme sel, baik secara aerobik maupun anaerobik. Dengan kata lain, sel telah mengalami eksitasi.

Posisi membran dua kutub mengalami eksitasi, pada kondisi fisiologis tidak lah stabil. Pasalnya membran ini memiliki kecenderungan untuk kembali pada kondisi energi dasar, dengan selang waktu yang disebut waktu relaksasi. Ketika membran dua kutub kemballi pada tingkat energi normalnya, membran tersebut memancarkan energi pada lingkungannya.

Proses ini disebut hiperpolarisasi atau polarisasi ulang. Pancaran energi ini dapat diserap kembali oleh sel-sel lain yang mempunyai frekuensi yang tepat sama dengan frekuensi energi kuantum yang dipancarkan tersebut.

Proses ini akan berulang menuju sel-sel berikutnya. Dengan demikian akan diperoleh jalur yang dibentuk dari beberapa kumpulan sel yang memiliki frekuensi sama dengan energi kuantum. Jalur inilah yang disebut meridian. Sedangkan yang dimaksud chi didalam mekanika kuantum adalah energi.

Dalam konsep akupunktur, suatu organ dikatakan sehat bila terdapat keseimbangan energi Yin dan Yang. Kelebihan salah satunya akan mengganggu fungsi dari organ tersebut. Alhasil, aliran chi juga mengalami gangguan yang berbuntut pada ketidakseimbangan. Selanjutnya akan terjadi deformasi struktur gelombang tegak medan elektromagnetik organ, yang mempengaruhi perubahan terkait pada struktur spasial sistem akupunktur. Akibatnya frekunsi resonandi jalur khusus meridian ikut terpengaruh. Akhirnya timbullah penyakit. Penusukan jarum dititik akupunktur pada meridian mengembalikan keseimbangan tersebut.

Inilah dasar mekanisme akupunktur dalam menyembuhkan suatu penyakit.

One thought on “Menguak Misteri Akupunktur

  1. Sya P.Ali, keluhan pasca stroke sya adalah : kaki kiri, tangan kiri, badan sebelah kiri , pipi kanan semua terasa dingin, menurut dokter syaraf, bahwa syaraf sensing sya terganggu, apakah therapi disini bisa membantu memperbaiki syaraf sensing tersebut ?

Tinggalkan Balasan ke Syahria Ali Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat Whatsapp Disini